Dulu gue nggak percaya ada orang yang resign dari pekerjaannya cuma karena jenuh. Padahal dia punya jabatan dan gaji yang tinggi di pekerjaannya itu. Hingga akhirnya gue mengalaminya sendiri. Iya, gue udah jenuh di kantor ini. Setelah beberapa tahun gue kerja di sini akhirnya gue sadar, gue cuma jadi robot. Gue nggak terlalu ngerti apa yang gue kerjakan dan juga nggak terlalu suka. Memang pernah ada masa di mana gue benar-benar menyukai pekerjaan gue ini. Tapi akhirnya gue sadar, bukan di sinilah passion gue. Gue melakukan pekerjaan ini hanya karena memang inilah job desc pekerjaan gue. Gue melakukannya hanya karena gue dibayar. Bukan karena gue benar-benar menyenanginya. Buktinya gue nggak akan melakukan pekerjaan ini di luar dari urusan kantor.
Ditambah lagi kondisi perusahaan di tempat gue bekerja mulai nggak stabil. Terus terang, gue nggak tau persis separah apa kondisinya, tapi gue sudah merasakan beberapa kejanggalan di perusahaan ini yang akibatnya bikin gue nggak nyaman kerja di sini. Padahal tadinya gue sangat menyayangi kantor ini. Gue suka dengan lingkungan kerjanya yang kekeluargaan. Gue senang ada atasan yang perhatian pada bawahannya. Terlebih lagi fasilitas dan tunjangan dari kantor yang bisa bikin temen-temen gue di kantor lain iri. Tapi sekarang? Semua udah nggak jelas. Gue udah merasa asing dengan perusahaan ini sekarang. Banyak sekali yang berubah.
Untung beberapa waktu yang lalu gue dapat undangan interview dari perusahaan lain yang lebih bonafit. Sebenarnya gue melamar di sana tadinya cuma karena iseng dan ingin ngukur kemampuan gue aja. Tapi malah jadinya pas banget dengan segala ketidaknyamanan gue di perusahaan tempat gue bekerja sekarang. Akhirnya gue jadi beneran pengen resign aja kalo keterima di perusahaan yang manggil gue interview itu. Padahal tadinya gue sempat berfikir nggak akan ninggalin perusahaan ini karena gue nggak mau dianggap “nggak tau terimakasih” karena iya, di kantor inilah gue belajar banyak hal. Gue sempat berfikir bahwa perusahaan ini akan menjadi tempat terakhir bagi gue untuk mencari nafkah.
Tapi sekarang gue udah berubah pikiran. Meskipun berat bagi gue untuk mengambil keputusan ini… Jika nanti sudah ada kepastian dari kantor yang ng-interview gue, gue pun tetap akan melakukan sholat Tahajud supaya nggak salah langkah.